Tips Membuat Iklan Makanan Berbentuk Audio Visual

0
233
iklan makanan

Syarat utama dari produk iklan makanan yang baik sudah barang tentu harus mampu membangkitkan selera makan dari calon konsumen terhadap produk makanan yang ditawarkan dari iklan tersebut. Lebih dari itu juga harus dapat memberikan detail informasi yang lebih lengkap dari iklan yang ditayangkan, seperti nama dan komposisi produk, dimana produk tersebut bisa diperoleh, apa saja kelebihan dari makanan tersebut dibanding dengan produk makanan lain baik yang berbeda jenis maupun yang sejenis, dan sebagainya.

 

Persyaratan untuk membuat iklan sebuah produk makanan menjadi lebih spesifik lagi jika iklan tersebut dibuat dalam bentuk audio visual, yakni iklan dalam bentuk video atau gambar bergerak yang diisi dengan suara atau audio. Dibandingkan dengan jenis iklan yang lain, iklan berbentuk audio visual ini memang lebih efektif untuk menjaring konsumen, karena calon konsumen akan disuguhi dengan informasi yang dapat ditangkap secara langsung oleh indera penglihatan dan indera pendengaran, sehingga respon yang diberikan oleh otak dapat lebih cepat.

 

Namun demikian, jika iklan audio visual tersebut tidak dibuat dengan benar, maka efektifitas yang dimilikinya menjadi mubadazir, karena daya rangsang dalam memancing imajinasi dan merangsang calon konsumen menjadi berkurang, karena iklan tersebut dampaknya menjadi tidak berbeda dengan iklan visual atau iklan yang menggunakan media gambar/foto, atau hanya memiliki pengaruh layaknya informasi dalam bahasa tulis.

 

Tips Membuat Iklan Audio Visual untuk Produk Makanan 

Agar iklan makanan yang dibuat dalam bentuk audio visual dapat memberikan pengaruh yang maksimal kepada para calon konsumen untuk mengetahui informasi lebih detail dari produk yang diiklankan, sekaligus tertarik untuk merasakan makanan tersebut, sehingga dengan rela hati mengeluarkan uang untuk membelinya, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

 

  1. Perhatikan Durasi Waktu Tayang

Berapa lama waktu tayang dari iklan tersebut merupakan hal mendasar yang wajib diperhatikan, karena dengan mengukur durasi tayang kita akan dapat lebih cermat dalam memilih gambar dan suara yang akan kita masukkan ke dalam iklan audio visual tersebut. Namun demikian, semakin pendek durasi tayang dari iklan tersebut akan semakin baik, dengan waktu ideal antara 30 – 60 detik, karena iklan yang durasinya terlalu lama selain membuat jenuh bahkan membikin jengkel yang melihatnya, pesan yang ingin disampaikan dalam iklan tersebut justru menjadi kabur. Meski iklan sebaiknya dibuat sesingkat mungkin, namun usahakan dengan waktu yang singkat tersebut seluruh informasi yang ingin disampaikan dapat terakomodasi.

 

  1. Pergunakan Bahasa yang Jelas

Bahasa yang dimaksud meliputi bahasa tutur yang diucaplan dalam dialog, bahasa yang dipergunakan dalam syair lagu yang dijadikan jingle, dan bahasa gambar. Karena yang dibuat adalah iklan makanan, maka pastikan bahasa yang diusung tidak hanya sekedar sebuah informasi, tapi juga dapat membangkitkan imajinasi dari penonton akan kelezatan dan kenikmatan dari makanan yang diiklankan, sehingga tertarik untuk mencicipinya. Untuk mengajak penonton agar membayangkan kelezatan dari produk yang diiklankan, bisa melalui dialog dari tokoh yang ada pada iklan, bisa melalui jingle lagu, dapat melalui gambar yang ditayangkan, dan yang paling baik adalah menggabungkan ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan.

 

  1. Perhatikan Target Pasar

Melihat siapa yang menjadi sasaran bidik dari iklan menjadi sangat perlu, karena visualisasi yang disuguhkan pada iklan akan lebih efektif jika disesuaikan  dengan target pasar. Sebuah iklan makanan dengan segmentasi anak-anak misalnya, akan lebih efektif jika disuguhkan dalam bentuk audio visual yang menggambarkan tentang dunia anak, dengan tokoh anak,dan jingle lagu yang diusung juga menggunakan bahasa anak-anak. (*)

Pusing menawarkan Iklan Makanan tanpa harus beriklan? Langsung Kunjungi situs Jual Beli makanan Jadi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.