Inilah 3 Faktor Utama Yang Perlu Diperhatikan Saat Transaksi Jual Beli Apartemen

0
53
jual beli apartemen

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dan mempunyai penghasilan tinggi, tentu ada yang ingin tinggal di apartemen sebab dianggap lebih praktis. Tetapi sebelum melakukan transaksi jual beli apartemen sebaiknya memperhatikan beberapa faktor lebih dulu agar bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

Apartemen merupakan sebuah alternatif untuk memilih tempat tinggal dengan alasan tertentu. Misalnya jaraknya dekat dengan kantor tempat kerja, lebih privacy, aman dan memiliki aneka macam fasilitas yang sangat lengkap. Sehingga semua aktivitas sehari-hari dapat dilakukan di tempat yang sama seperti belanja, olahraga dan sebagainya.

Agar dapat memperoleh kenyamanan yang optimal sekaligus menghindari terjadinya masalah di kemudian hari, ada hal-hal yang perlu dilakukan sebelum menentukan pilihan. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Mengecek kondisi apartemen dan perjanjian jual beli

Tugas pertama yang perlu dijalankan sebelum melaksanakan transaksi jual beli apartement yaitu mengecek kondisi apartemen tersebut. Terutama apabila apartemennya dibeli dari pihak pemilik. Bagian terpenting yang perlu diteliti adalah kelengkapan dokumen serta surat-surat kepemilikan yang pernah dikuasai oleh pemilik apartemen tersebut.

Tetapi jika apartemen itu dibeli secara langsung dari pihak pengembang atau developer, maka yang harus diperiksa adalah klausul beserta surat perjanjian yang tertulis dalam akta jual beli apartemen yang dimaksud.

Selanjutnya apabila transaksi jual belinya dilaksanakan melalui broker apartemen atau agen properti harus dicek keaslian serta otentitas keaslian surat kuasa penjualan dari developer ke agen. Biasanya surat ini diterbitkan oleh kantor notaris yang sebelumnya sudah mendapatkan penunjukan.

Jangan lupa pula meneliti surat-surat lain yang berkaitan dengan masalah perijinan. Misalnya apakah IMB yang diberikan oleh Dinas Tata Kota sesuai dengan penggunaan bangunan serta lahan. Demikian pula ijin atas fungsi bangunan tersebut dan lainnya. Tujuannya adalah untuk menghindari sengketa hukum terutama yang berhubungan dengan urusan pertanahan.

Setelah semuanya beres, kondisi fisik bangunan harus ikut diperiksa termasuk semua perabot yang disediakan dalam ruang apartemen. Keduanya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tingkat kenyamanan. Minta informasi sejelas mungkin ketika suatu saat nanti berniat merubah desain ruang dan renovasi, apakah boleh dilakukan atau tidak.

Perjanjian transaksi jual beli apartemen

Faktor kedua yang juga harus dicermati sedetail mungkin terkait dengan transaksi pembelian apartemen yaitu poin-poin yang tertulis dalam surat kesepakatan dan perjanjian jual beli atas bangunan apartemen tersebut. Periksa dengan teliti perjanjian apa saja yang ditulis baik untuk posisi penjual maupun posisi pembeli.

Bagi pembeli, isi dari poin-poin perjanjian tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting. Terutama sekali terhadap masalah yang berkaitan dengan sistem angsuran atau pembayaran dan ganti rugi jika muncul masalah yang membuat pembelian apartemen harus dibatalkan.

Sementara itu untuk penjual, juga harus memperhitungkan resiko apa saja yang akan mereka hadapi apabila terdapat masalah. Misalnya ada surat dokumen yang hilang maupun sengketa antara pemilik apartemen yang lama dengan pihak pengembang atau masalah perijinan yang belum dan tidak lengkap serta yang lainnya.

Apabila sudah tidak ada masalah dalam urusan kepemilikan, prosedur dan perijinan lainnya, maka langkah berikutnya yang ditempuh adalah membuat PPJB atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli. Pembuatan akta PPJB ini dilakukan di hadapan notaris.

Mengecek hasil akhir dari akta jual beli

Pengecekan terakhir yang dilakukan pada kegiatan dan proses jual beli properti apartemen masih berkaitan dengan akta transaksi. Misalnya jika pemilik apartemen merupakan pasangan suami istri, keduanya harus melakukan penandatanganan terhadap akta jual beli tersebut serta disaksikan pihak pembeli bersama notaris sebagai saksi.

Namun apabila pihak pemilik hanya hidup sendiri dan tidak memiliki pasangan, maka proses penandatanganan bisa dilakukan sendiri. Akan tetapi penandatanganan ini tetap dilaksanakan di depan notaris. Selanjutnya agar ikatan perjanjian jual beli ini makin kuat dan absah, saksinya dapat ditambah dari pihak pengembang maupun broker properti yang mempertemukan antara pihak penjual dan pembeli.

Semoga beberapa tips di atas dapat membantu siapa saja yang ingin melakukan transaksi jual beli apartemen baik dalam posisi sebagai penjual maupun pembeli. Jika semuanya dilakukan dengan kejujuran, pasti semua masalah bisa dihindari dan sama-sama menguntungkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.