Latar Belakang Di balik Tutupnya Rakuten Indonesia

0
175
rakuten indonesia

Jika Anda saat ini membuka website rakuten Indonesia, maka Anda akan dialihkan ke Rakuten Global Market sambil ditawari Kupon senilai 3.000 JPY jika melakukan pembelian senilai lebih dari 10.000 JPY dalam satu pemesanan. Dialihkannya link website tersebut menyusul ditutupnya situs belanja online asal Jepang ini untuk kawasan Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Singapura.

 

Ada sejumlah alasan yang membuat rakuten wilayah Asia Tenggara harus ditutup, namun menurut informasi resmi dari  perusahaan yang didirikan oleh Hiroshi Mikitani pada bulan Pebruari 1997 ini, penutupan rakuten merupakan salah satu tujuan untuk mewujudkan visi rakuten 2020 agar dapat mencapat pendapatan 300 miliar Yen ( sekitar Rp. 35 trilliun) dan 1.700 Yen (sekitar Rp.203 trilliun) pada tahun 2020 untuk pendapatan operasional non-GAAP.

 

Visi tersebut menurut pihak rakuten untuk memancangkan tonggak penetapan kontribusi laba total rakuten sebelum tahun 2020 dari bisnis internasional. Namun, meskipun rakuten Indonesia, Malaysia dan Singapura telah ditutup, perusahaan Jepang ini masih tetap eksis di kawasan Asia Tenggara untuk operasi bisnis yang lainnya, hal tersebut dibuktikan dengan masih tetap dipertahankannya kantor pusat regional yang ada di Singapura.

 

Selain itu, rakuten juga menyampaikan bahwa untuk beberapa tahun ke depan, perusahaan akan lebih fokus menggarap pasar yang selama ini menempatkannya sebagai pemimpin, yakni pasar e-commerce Jepang, disamping juga akan melakukan ekspansi ke beberapa wilayah, seperti Amerika Serikat dan Asia Timur.

 

Kurang Memahami Pasar Lokal

Meskipun pihak rakuten menyampaikan secara resmi latar belakang ditutupnya layanan untuk kawasan Asia Tenggara termasuk rakuten Indonesia, namun banyak pihak yang menilai, alasan tersebut hanya untuk menutupi ketidakmampuannya dalam menguasai pasar, bahkan kalah bersaing dari e-commerce lokal, seperti Lazada, Bukalapak, Blibli, tokopedia, elevania, serta yang lain.

Ketidakmampuan rakuten dalam bersaing dengan para pemain lokal, disebabkan karena ketidakmampuannya memahami pasar lokal serta terlalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang ada di negeri asalnya. Padahal kondisi pasar di Negara maju seperti Jepang terkadang berbeda 180 derajat dengan Negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia.

Persoalan lain  yang harus dihadapi oleh perusahaan yang eksis di Indonesia sejak tahun 2011 tersebut adalah adanya konflik internal yang berujung pada perpisahan dengan raksasa media MNC Group yang selama ini menjadi partnernya.

 

Perjalanan Panjang Rakuten

Rakuten pada awal berdiri adalah sebuah perusahaan perdagangan elektronik dan perusahaan internet dengan nama MDM Inc.  Nama tersebut pada tahun 1999 berubah menjadi Rakuten Inch yang dalam bahasa Jepang memiliki arti optimisme.

 

Rakuten mulai melebarkan sayapnya keluar Jepang sejak  tahun 2005 lewat bentuk usaha patungan dan mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti buy.com yang kini menjadi rakuten.com di Amerika Serikat, Wuaki.tv di Spanyol, Ikeda yang sekarang menjadi rakuten Brasil, Tradoria yang kini menjelma menjadi rakuten Deutschland, PriceMinister di Perancis, Kobo Inch di Kanada, dan Play.com di United Kungdom. Selain itu rakuten juga memiliki sejumlah saham di Pinterest, AHA Life, Ozon.ru, dan Daily Grommet. Total jumlah karyawan yang bekerja untuk rakuten di seluruh dunia sebanyak 10.35o karyawan.

 

Sementara lini bisnis yang digarap rakuten sekitar 40 bisnis dan layanan, diantaranya adalah: ritel daring yang beroperasi di beberapa Negara di luar Jepang, mengelola situs portal dan media, Perbankan, Travel, Sekuritas, Olah Raga Profesional, Hiburan, serta beberapa jenis bisnis yang lain. adapula situs seperti rakuten

 

Untuk bisnis belanja daringnya yang bernama Rakuten Ichiba, adalah mal belanja daring terbesar di Jepang yang mewadahi sekitar 40.000 pedagang dan menawarkan  95 juta lebih produk kepada para pelanggan.

Ekspansi rakuten di kawasan Asia Tenggara, termasuk rakuten Indonesia dilakukan sejak tahun 2011 sebelum akhirnya tutup karena sejumlah persoalan. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.