7 Mitos Charging Gadget yang Keliru

0
281

Teknologi canggih semacam smartphone, tablet dan sebagainya, pada dasarnya lebih menonjolkan sisi ilmiah. Tapi bukan berarti keberadaannya bebas dari mitos. Jika ditelisik ternyata banyak kepercayaan yang salah tentang gadget dan penggunannya. Misalnya seperti mitos charging gadget yang keliru dan cenderung ‘ngawur’.

Komponen baterai memang kerap ditanyakan dalam penggunaan gadget. Pengguna sangat ingin tahu bagaimana cara benar menggunakan dan merawat baterai agar awet. Alhasil, banyak berkembang informasi simpang siur yang belum teruji kebenarannya. Untuk meluruskan informasi ini, ada beberapa mitos keliru yang perlu Anda tahu. Di antaranya seperti 7 mitos charging gadget di bawah ini.

1. Wajib Menggunakan Charger Bawaan untuk Isi Baterai Gadget

Memang benar bahwa charger yang bukan bawaan (asli) berisiko tinggi untuk gadget. Namun bukan berarti Anda wajib selalu memakai charger bawaan. Yang dilarang itu memakai charger imitasi yang beredar ilegal dan memakai merek produsen asli.

Anda boleh memakai charger lan yang memang berkualitas dan dibuat oleh perusahaan ternama. Menggunakan charger USB untuk gadget juga tidak masalah. Perbedaan charger biasanya hanya pada persoalan kinerja. Charger bawaan biasanya lebih cepat mengisi baterai. Jika memakai charging lain, Anda kemungkinan besar akan menunggu lebih lama hingga daya baterai terisi penuh.

2. Dilarang Memakai Gadget Ketika sedang Di-Charge

Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa baterai bisa rusak bila digunakan saat di-charge. Ini salah dan tidak ada pengaruh buruk ke baterai. Smartphone atau tablet tanpa digunakan juga akan mengaktifkan diri sendiri saat di-charge. Misalnya saat sinkronisasi data, update sofware ketika ada Wi-Fi dan sebaganya. Jad, tak perlu Anda risaukan mitos charging gadget yang satu ini.

Lalu bagaimana tentang pemberitaan tentang gadget meledak saat di-charge? Perlu Anda tahu, risiko meledak dan terbakar itu bukan karena digunakan. Tapi karena adanya kesalahan pada kabel charge. Kabel yang digunakan bisa jadi barang imitasi yang justru memicu sengatan listrik tinggi.

mitos charging batre

3. Jangan Cabut Kabel Charge Jika Baterai Belum Terisi Penuh

Anda pasti sering mendengar saran untuk mengisi penuh baterai sebelum kabel dicabut. Alasannya agar baterai tidak mudah rusak dan bekerja maksimal. Ini keliru dan tidak ada keuntungan apapaun dengan mengikuti saran tersebut.

Baterai gadget terbaru bisa bekerja optimal di kapasitas sekitar 40 hingga 80 persen. Saat Anda membeli baru, baterai biasanya sudah terisi setengah penuh. Jadi Anda sudah bisa menggunakannya langsung setelah dikeluarkan dari kemasan.

4. Tidak Perlu Mematikan Gadget karena Bisa Merusak Baterai

Gadget juga butuh istirahat. Mematikan gadget sebentar bisa jadi salah satu cara merawat gadget dan baterai. Langkah ini juga tidak akan merusak perangkat. Memang benar, kapasitas baterai akan berkurang ketika dimatikan. Baterai juga bisa habis jika disimpan dalam waktu lama. Namun, semua hal itu tergolong normal.

Jika khawatir, Anda bisa melepas baterai saat dimatikan. Sesekali istirahatkan gadget Anda. Cara ini terkdang juga bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.

5. Gadget yang Di-Charge Semalaman akan Merusak Materai

Mitos charging baterai yang juga banyak dipercaya ialah dilarang mengisi baterai semalaman. Bila hal ini dilakukan akan merusak baterai dan membuat gadget tidak awet. Tapi faktanya banyak orang yang men-charge gadget sebelum tidur. Perangkat juga tetap baik-baik saja ketika kebiasaan ini berulang.

Pendapat ini sudah terbilang kuno. Gadget terbaru sudah sangat pintar mengenai kapasitas baterai. Perangkat bisa memutus arus listrik secara otomatis ketika sudah penuh. Meskipun gadget itu masih tersambung ke kabel charger. Jadi baterai yang melembung dan sebagainya sudah jarang terjadi saat ini.

Akan tetapi, sangat baik jika Anda tidak terlalu sering melakukan kebiasaan ini. Alasannya ialah tentang keselamtan penggunaan listrik secara keseluruhan.

batre carger hp6. Baterai Memiliki Ingatan

Pernah tidak mendengar istilah bahwa baterai memiliki ingatan? Yakni Anda dianjurkan untuk mengosongkan kapasitas baterai hingga nol dan gadget mati. Kemudian diisi hingga penuh agar baterai ingat kapasitas aslinya.

Mitos yang tidak tahu berasal dari mana ini jelas keliru. Siklus pengisian baterai tidak berpengaruh pada kinerja baterai. Jika Anda terlalu sering mengisi baterai sebelum habis juga tidak akan merusaknya. Yang penting ialah jangan terlalu sering membuat gadget sampai mati total.

Soal mitos ingatan baterai atau memory effect itu memang sempat berlaku. Tapi itu dulu, ketika gadget masih memakai baterai jenis lawas seperti Ni-cad. Smartphone dan tablet jaman sekarang sudah banyak menggunakan Lithium Ion yang lebih canggih dan modern. Jadi, trik ini sudah tak berdampak lagi dan jadi mitos keliru yang tak perlu dirisaukan.

charging gadget7. Baterai Bisa Lebih Awet Jika Dijemur atau Didinginkan

Praktik ini sudah sangat kuno dan hanya jadi mitos belaka saat ini. Baterai jaman dahulu memang bisa jadi awet bila dijemur dan di dinginkan dalam freezer. Tapi jika Anda melakukan hal yang sama saat ini justru merusak baterai.

Seperti dijelaskan sebelumnya, baterai gadget canggih saat ini banyak menggunakan Lithium Ion. Jika Anda meletakkannya di tempat panas atau dingin berlebih justru memberikan kerusakan fatal.

Selain mitos charging gadget di atas, juga ada beberapa anggapan salah mengenai gadget. Seperti browsing, GPS dan Bluetooth yang menguras baterai. Memang benar, penggunaan gadget terlalu sering berdampak pada kapasitas. Namun, gadget terbaru dan canggih sudah berusaha memaksimalkan diri untuk lebih efisien dipakai. Gadget mampu menghemat penggunaan baterai dengan fitur baru dan mumpuni.

Jika anda sedang mencari baterai untuk gadget kesayangan anda bisa temukan langsung di situs Jual Beli Gadget

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.