Prosedur Pembuatan Akta Jual Beli Tanah

0
42
jual beli tanah

Kegiatan jual beli tanah merupakan sebuah proses pengalihan hak tanah yang sejak zaman dulu sudah ada. Untuk saat ini transaksi tersebut harus dilakukan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT.

Adapun yang dimaksud dengan PPAT ada dua macam. Pertama yaitu PPAT sementara yang melalui jabatannya boleh melakukan tugas-tugas dari PPAT untuk menerbitkan akta transaksi penjualan dan pembelian tanah termasuk kelengkapan berkas-berkasnya.

Camat yang bisa melakukan tugas ini adalah camat yang didaerahnya belum memiliki PPAT. Namun jika telah ada kantor PPAT yang berdiri di daerah tersebut, maka tugas ini tetap harus dilaksanakan oleh PPAT yang bersangkutan.

PPAT kedua adalah Pejabat Umum yang diangkat oleh lembaga BPN atau Badan Pertanahan Nasional. PPAT ini memiliki wewenang menerbitkan akta jual beli tanah dan bertugas pada suatu daerah kerja tertentu. Menurut aturan yang berlaku, PPAT memang hanya mendapatkan ijin untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan domisili kantornya.

Prosedur transaksi

Transaksi dan penjualan dan pembelian tanah harus dilakukan melalui beberapa prosedur dan yang pertama yaitu tercapainya kesepakatan tentang harga tanah serta sistem pembayarannya. Selain itu harus dijelaskan siapa yang berkewajiban membayar ongkos untuk membuat akta jual beli.

Untuk penjual, sebelum mendatangi PPAT harus menyiapkan beberapa berkas atau dokumen lebih dulu. Diantaranya yaitu sertifikat asli hak tanah yang hendak dijual, kartu identitas, bukti pembayaran PBB selama 10 tahun terakhir dan surat persetujuan keluarga. Kemudian untuk pembeli, berkas yang harus dibawa yaitu kartu identitas dan kartu keluarga.

Persiapan pembuatan akta

Sebelum akta jual beli tanah dibuat, harus dilakukan pemeriksaan terkait dengan keabsahan atas sertifikat tanah milik penjual di kantor pertanahan negara. Selain keaslian, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mengetahui status tanah tersebut apakah memiliki masalah sengketa atau sedang diagunkan pada pihak lain dan masalah hukum lainnya.

Karena itu penjual juga harus melengkapinya dengan surat penyataan bahwa tanah yang akan dijual tersebut tidak dalam keadaan sengketa kepemilikan. Selanjutnya jika ternyata tanahnya sedang disengketakan, maka PPAT harus menolak menerbitkan akta jual beli tanah tersebut.

Apabila ada salah satu pemilik yang meninggal dunia maka harus tetap mendapat persetujuan dari para ahli warisnya yang sah menurut peraturan yang berlaku. Misalnya istri dan anaknya atau yang mewakilinya jika anak tersebut masih berada dibawah umur.

Persiapan berikutnya pihak pembeli harus membuat surat penyataan setelah membeli tanah, tidak secara langsung bisa menjadi pemegang hak tanah yang lebih dari batas luas maksimal. Setelah itu penjual wajib membayar Phh atau Pajak Penghasilan dan pembeli membayar bea perolehan atas hak tanah beserta anggunan atau BPHTB.

Proses pembuatan akta

Ketika akta jual beli tanah dibuat, selain dihadiri penjual serta pembeli atau wakilnya harus ada saksi yang jumlahnya paling sedikit 2 orang. Berikutnya PPAT akan membaca sekaligus memberi penjelasan tentang maksud dan isi akta.

Jika semuanya sudah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak, maka akta tersebut boleh ditandatangani bersama pihak PPAT serta para saksi. Pada umumnya kedua saksi ini masing-masing berasal dari pihak pembeli dan penjual tanah.

Akta ini dibuat sebanyak 2 lembar, yang satu disimpan di kantor PPAT sedangkan yang satu lagi disampaikan pada lembaga kantor pertanahan daerah untuk mengurus proses balik nama. Sementara itu masing-masing pihak penjual dan pembeli akan mendapat salinannya.

Begitu proses ini selesai, PPAT akan mengirim semua berkas ke kantor pertanahan dan pihak kantor pertanahan harus memberi tanda bukti terima permohonan balik nama kepada PPAT. Dari sini kemudian bukti permohonan tersebut diberikan lagi pada pembeli.

Langkah berikutnya nama pemilik sertifikat tanah lama dicoret oleh kepala kantor pertanahan dan nama pembli akan ditulis di halaman buku sertifikat dan tanah. Kemudian 14 hari setelah itu pembeli bisa mengambil sertifikat baru dengan namanya sendiri di kantor pertanahan serta dapat menggunakan tanah yang sudah menjadi miliknya itu sesuai aturan yang berlaku.

Itulah beberapa proses pembuatan akta jual beli tanah yang harus diketahui oleh penjual dan pembeli tanah. Semoga informasi ini berguna untuk semuanya, khususnya para pelaku bisnis yang terjun dalam bidang usaha properti.

Situs Jual Beli Tanah dapat anda jumpai di Angpao.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.